Selasa, 28 Juni 2016

Kotak Ramadhan

Alhamdulillah.. Kita buka tulisan kali ini dengan kata syukur. Allah Luar biasa. Sesuai tanggal release, hari ini sudah seminggu menjelang akhir dari Ramadhan. Masih hangat rasanya kalau saya ucapkan Selamat bagi Anda yang (masih) beruntung mendapatkan tiket menikmati Ramadhan dan Selamat bagi Anda yang merasakan hal yang luar biasa selama Ramadhan tahun ini. Yang manapun kita, patutlah mengucapkan kembali Alhamdulillah. 

Khutbah dimana-mana sudah kasih sirine bahwa Ramadhan akan segera pergi dan kita di 10 terakhir harusnya lebih gigih akan ibadah, Lailatul Qadar yang Allah Janjikan akan hadir di 10 terakhir and who can got it for this year? Kita hanya urusan berusaha, Allah Yang Punya Keputusan. Damaikan hati, tenangkan jiwa, dan ini bukan iklan sirup.

 

Kata-kata yang sering kita ucap kalau sudah di 10 terakhir apa? “Tak Terasa Ya” *emot senyum pipi merah. Tapi saya kontradiktif ketika ada khutbah yang bagus saya rasa isinya, kalau kita seharusnya jangan berkata “tak terasa” karena itu berarti kita memang tidak merasakan apa-apa selama Ramadhan hari-hari sebelumnya. Toh, ini bulan special, luar biasanya orang berlomba-lomba untuk mencari Ridha Allah, kita yang mengaku “tak terasa” akan di ultimatum oleh Dunia ; “ente kemana aja?”. 
Pelajaran juga ni untuk aku sendiri. 

Berbicara kualitas, aku ga bisa menggurui disini, taraf ilmu masih meraba-raba, dan istiqomah juga belum tampak sangat wujudnye, jadi kita berbicara kualitas dengan sederhana saja. Sekarang, kehidupan yang sudah lewat memang pelajaran. Banyak kiri kanan yang nguing-nguing bongkar telak masa lalu kita, “coba dulu ke ambil kerja disitu.. kan ga kek gini” itu satu contoh. Ada lagi, “coba dulu Adek habis tamat langsung sambung di Unsyiah, sekarang pasti udah selesai” dua. Cukuplah, pedih hati ini melihat kau dan dia.
Orang menilai kualitas kehidupan kita memang bebas tanpa arah, dia wajar bersinergi dengan otot rahang dalam memberi klasifikasi untuk satu proses panjang bernama kehidupan, tentu yang sudah lewat. Akan baik tentunya bila kita ni yang kena serang, akan legowo dan senyum smile pipi merah ketika semua penilaian ternyata salah alamat. Simple sekali, ketika dunia menghakimi tetapi hati ingat Allah dan panasnya neraka.. Ya Allah Ya Rabbi jauhkan kami dari siksa neraka. Amiin. 

Kita tidak bisa salahkan orang lain akan itu, perhatian itu tanda sayang. Lebih berat ketika kita tidak ada yang menegur dan berjalan semaunya sendiri. Mana-mana tau kan memang teguran itu benar dan bagus untuk muhasabah kita mengambil langkah selanjutnya. Susah memang, sangat susah malah untuk ikhlas akan penilaian kualitas. Kadang senyum manis menjadi jawaban kemenangan di tengah medan pertempuran, tapi jari yang ada seribu ini tak bisa ditahan untuk membuat status di dunia maya. Yasudah ikhlaskan saja lah, daripada susah tidur malam. 

Apa yang kita lewati? Apa yang kita dapat? Apa yang berubah? 

Tulisan ini begitu putih tanpa noda, mudah sekali melakukan pencitraan manusia disini. Tapi Allah Maha Segalanya, akan selalu Dekat dengan kita dan Maha Tahu isi hati kita. Sifat ihsan yaitu sifat dimana kita selalu ingat bahwa Allah Melihat kita, adalah sifat ampuh dalam mengatasi pelik rindu akan maksiat. Ramadhan menjadi tabu ketika kualitas kehidupan yang akan kita coret di buku catatan amal kita, kembali mendapat nilai merah. Kita tau mana yang baik mana yang buruk, kita menikmati kesalahan demi kesalahan, kita memilih diam akan diri kita yang terus dekat dengan.. syaiton. Sampai waktu akhirnya diam. dan kita sadar kita belum apa-apa. 

Ngeri ga tu?

We never been alone kawan, kita selalu ada Allah untuk tempat meminta. Kita yang putuskan sekarang, akhirat itu nyata dan pasti lalu apa yang kita lihat di depan kita sekarang itu.. akan termpampang di monitor yang kita akan menonton-nya sambil menangis dan berkata “.. andai aku dikembalikan ke dunia”. 

Kita muslim semua bersaudara, mari yang sudah lihai dalam berlari dari nikmat dunia, ayolah sini bantu kami. Raih kami dengan ajakan yang meyakinkan, masukkan kami ke dalam nikmat ukhuwah islam. Yang sederhana, yang kaya, yang membuat kita sadar bahwa kita ini tiada. Allah Maha Segala. Percaya kawan, kita di akhirat bersama siapa yang kita sayangi. Wahai kawan-kawan muslim, sayangilah kami dan doakan kami.

Ramadhan akan pergi… dan was was lagi akan ombak duniawi. 
Tapi tunggu dulu, dia belum benar-benar pergi.. ada satu pesan di whassap yang masuk tadi pagi, isinya menarik. Bahwa maksimalkan di hari akhir bagi yang tidak sempat di awal, dan terus tingkatkan bagi yang sudah bagus di awal. Kita masih ada kesempatan, bergegas.

Ramadhan hanya sebulan setiap 12 bulan. Kita harus melewati 11 bulan tanpa payung Ramadhan, dan kawan.. umur urusan Allah. Jaminan besok masih hidup, belum ada lembaga yang berani mengeluarkan fatwa untuk hal ini. 

Kotak ini bernama Ramadhan, di dalamnya kita merasa save dari dunia. Setidaknya melihat masjid begitu ramai ketika siang panas, menjadi satu kenangan indah yang membuat kita rindu. Belum lagi, masjid-masjid ramai dengan jamaah sholat malam di 10 terakhir, masyaAllah.. pemandangan yang membuat hati bergetar. Kotak ini berisi begitu banyak hal mewah, yang kita bebas untuk memilih ambil atau lalu. Sadar bahwa kotak ini hanya sebulan adalah ilmu pasti bahwa waktu adanya berbatas. Tapi kotak ini masih di tangan sekarang, jangan lupa untuk bawa dia kemana bisa di bawa. Biarkan pengaruhnya bertahan lama dan mengubah kualitas hidup kita menuju akhirat. 

Maafkan saya yang salah.. 
Yoklah, sama-sama kita hijrah. Bantu saya.
M. Fauzan Nur. 

Ramadhan 23 
Thusday (280616 ; 14:59)

Pemandangan Sholat Malam di Mesjid Agung Al Makmur, Banda Aceh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar