Selasa, 26 Juli 2016

Terbang bersama "Rumba Airline"



                Pagi tadi saya ikut English Class di Rumah Bahasa, dan dapat pertanyaan dari Mr. Amru : “do you like writing?”, saya spontan jawab “No.” dan seketika saya mikir “tapi aku punya blog…”, terimakasih atas pertanyaan itu, saya kembali menulis.

                Menarik sekali program Rumah Bahasa. Saya tidak begitu sering memang mengikuti kelas demi kelas di dalamnya, tapi sepanjang beberapa kali saya ikuti, Alhamdulillah saya tidak pernah kecewa terhadap apapun yang terjadi di kelas. Tapi sayang mau di sayang.. banyak yang belum tahu tentang manfaat program ini karena sedikitnya peserta. Makanya dengan tajuk ini, saya berniat untuk promosi Rumah Bahasa, tapi saya juga baru disitu jadi ya silahkan kunjungi universitasbersama.com untuk info lebih lanjut karena apapun mengenai Rumah Bahasa adalah Gratis. Urusan promo, done.

 

Writing Test
                Mr. Amru ajak saya berkhayal tadi pagi, dia menantang saya untuk topik “ANDAI kamu kaya, kamu sehat dan kamu bebas terhadap waktumu, berikan 3 tempat yang akan kamu kunjungi?” dan beliau menyarankan saya untuk menulis tentang ini di blog pribadi saya.
Kebiasaan saya ketika di tantang, cool diluar tapi Hot di dalam.
Langsung pikiran saya spontan berpikir tempat ke tempat dan mari saya tunjukkan sampai mana daya khayal saya bisa kalian pahami.

Apabila saya punya uang banyak, saya pun sehat, dan waktu saya bebas, saya akan..
                Pertama, terbang dengan pesawat dan mendarat di bandara King Abdul Azis, Jeddah. Ya, saya akan mengunjungi Mekkah dan Madinah untuk ibadah Umroh. Saya sangat cemburu dengan beberapa teman saya yang sudah tiba duluan di bumi para Nabi. Melihat langsung kiblat kita adalah tujuan utama saya. Disini kita sholat di mesjid dan tentu semua jamaah menghadap ke arah yang sama. Namun akan sangat menarik ketika kita tiba di Masjidil Haram dan semua orang memiliki arah kiblat yang berbeda, akan sangat berasa “sholat-nya” (saya tidak bisa menggambarkan dengan kalimat yang baik, mohon maaf). Pesona lain lagi yaitu dengan segala Kebesaran Allah atas sejarah panjang Islam yang ada disana, tentu sumber yang sangat dekat akan lebih menjanjikan kebenaran insyaAllah. Mekkah dan Madinah adalah kota yang penting untuk dunia, tentu saja juga untuk agama Islam, dan saya adalah seorang Muslim, tak lengkap rasanya hidup ini tidak bila tidak ke Mekkah dan Madinah.
                Tujuan kedua, saya ingin kembali kepada indahnya Indonesia. Saya sadar dan sangat bersyukur Allah Memberi saya Indonesia, tidak terkira nikmat Allah di negara ini. Untuk Indonesia saya pergi ke pegunungan teh di Jawa Barat. Rasanya damai sekali ada di antara pucuk-pucuk teh itu, setidaknya itu yang saya tangkap dari sebuah iklan. Jawa Barat dengan Bandung-nya masih identik dengan kota penuh kreatifitas. Saya pahami itu sebagai satu identitas kota yang  tepat untuk melihat budaya dengan tingkat senyuman yang “Indonesia” sekali, hatur nuhun.
                Terakhir, saya naik pesawat lagi ke ujung peta di atas atlas, saya ke Eropa. Masih terbayang satu sketsa yang pernah saya lihat, yang menggambarkan keindahan klasik Eropa. Menjadi salah satu favorit saya terhadap instrumen klasik dan sesuatu yang berbau “kuno”. Turki, Finlandia, dan beberapa negara di Eropa tengah menjadi tujuan saya. Menikmati angin peralihan ke musim dingin “winter is coming” sambil menikmati teh yang disajikan di dalam cangkir bergagang kuno Eropa di sebuah cafe pinggiran aliran sungai Skandinavia, lebih lengkap dengan sebuah buku catatan dan pena yang siap merekam apa yang Allah sajikan di depan mata. Mendiami keheningan saksi bisu sejarah melalui bangunan-bangunan klasik yang ada disana, seakan menjawab banyak pertanyaan saya akan tahta yang mana yang paling banyak mengalirkan darah ke bumi Eropa.

Saya memilih 3 tempat itu sebagai tujuan saya apabila memang saya sangat kaya, saya sangat sehat dan waktu tidak mencekik saya. Saya kembali kepada anda pembaca, buat pikiran anda beristirahat, Andai anda kaya, sehat, dan anda bebas terhadap waktu, anda ingin pergi kemana?
Tapi jangan pernah anda lupakan, kalimat itu dimulai dengan kata “ANDAI

Wassalam
M. Fauzan Nur (260716 ; 22:10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar