Jumat, 13 Januari 2017

Kekuatan Mendengar

Sangat simple.

Kunjungan seorang sahabat yang sebenarnya sudah lama menjadi musuh utama dalam berbagai hal, namun hal itulah yang membuat saya akhirnya kembali ke dunia ini, dunia yang saya menjadi siapa saya sebenarnya.

Kekuatan tulisan ada pada pikiran anda, niat anda, dan kekuatan mata pembaca anda. Saya berpendapat sederhana mengenai apa yang saya sebut karya, dimana ada saya di dalamnya dan saya mewakili berbagai spesifik sudut pandang yang salah satunya atau beruntungnya saya, apabila karya itu mewakili banyak sudut pandang yang sama dalam memandang  kehidupan.

Sebaris demi sebaris mungkin sulit bagi kebanyakan orang, percaya saja kawan, bagi saya menulis adalah hal yang sangat mudah. Cukup kekuatan jari dan kekuatan pikiran yang harus seimbang. Inspirasi ada kapan dan dimana saja, mudah dan usahakan untuk tetap memudahkan. Sedikit saran dari saya, tulisan yang mempunyai nilai tentu akan lebih baik.

Hal sederhana lain, yang kembali saya tulis ulang.

Percakapan antar sahabat yang terjadi pukul 20.30-21.00 malam ini yang dilakukan di sebuah tempat parkir sambil posisi “semi-olahraga” adalah layaknya sebuah mukjizat bagi saya. Kelelahan saya selama sebulan ini dan puncaknya ketika maghrib tadi, Dijawab Allah dengan sahabat yag pulang kampung dengan sejuta cerita inspiratif, namun sayang sedikit “bernafsu waktu”, sedikit saja.

Penyakit ini sudah saya tulis sekitar 3 atau 4 bulan lalu (anda bisa lihat di judul sebelum tulisan ini). Saya sebut ini sebuah penyakit, karena tidak menggunakan indera pendengaran dengan baik, namun hanya fokus pada indera lain. Kawan, sekarang saya bekerja di sebuah Yayasan dan terserah orang menganggap saya apa, tapi saya adalah orang yang sangat rendah di ruangan itu, tapi niat saya insyaAllah baik kawan, saya mau menjadi orang yang membuat kerendahan itu menjadi pijakan yang baik untuk lompatan orang lain. Saya harap semuanya baik-baik saja membaca kalimat saya tadi.

~~~~~~~~~~~~~

Sudah lama ini menjadi topik yang legit di otak. Saya sangat marah ketika ada orang yang tidak menghargai orang lain, sangat tidak manusiawi. Saya belum mengatakan saya sudah sempurna dalam hal itu. Ini juga menjadi bahan baik untuk langkah saya ke depan, ketika ada “contoh kasus” di depan mata saya dan apa boleh buat, saya kembali senyum.

Wahai manusia, bukankah sulit hidup sendiri? Tentu kita juga ingin menjadi yang terbaik dan sendirian ada di posisi itu, suatu masa yang kita yang menjadi istimewa atas kerja keras kita. Tapi bukankah pengetahuan ada untuk kita bagi? Kekayaan akan kekal apabila kita berbagi? Bahkan kekuatan juga bernilai apabila kita gunakan untuk melindungi?

Saya berpikir bahwa kita sudah sulit temukan manusia yang mau hanya diam dan mendengar. sulit sekali mencari teman yang seperti ini, yang ada dan selalu sabar. Saya berusaha demikian tapi saya mengakui bahwa kadang hati saya melawan apabila cerita sudah terlalu panjang. Saya bangga bahwa saya pernah dan kadang dipercaya untuk menjadi ladang amalan curhat teman-teman saya. Setelah itu, saya hanya memohon pada Allah bahwa kegiatan saya tadi bisa menghapus dosa-dosa saya, walau kadang saya merasa malah saya bertambah dosanya karena memberi saran yang menyimpang.

Saya harus akui, posisi saya di tempat saya bekerja saat ini saya dapat karena menerapkan hal tersebut. Saya harus mendengar dan berusaha untuk tetap terlihat mampu untuk terus mendengar. Saya kesampingkan bisnis selanjutnya dan mencoba ada di posisi yang berbicara. Saya tidak mendapatkan pengakuan langsung atas kerja (yang bagi saya adalah kerja keras) tapi saya bisa melihat bahwa satu atau dua sudah puas dengan apa yang saya upayakan. Hati kawan, semuanya bersumber dari sana. Uang sudah ada Yang Maha mengatur.

Tulisan ini saya niatkan 3 pararaf tapi saya sangat rindu menulis, jadi ya sedikit panjang.

Tujuan kali ini murni membicarakan pendengaran yang bermasalah. Hargai tolong siapapun itu dan biarkan telinga anda bertugas dengan baik.


Jangan lupa senyum,


M. Fauzan Nur (13012017 : 23.18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar