Kamis, 08 Juni 2017

Derajat Kaum Emak


     Judul yang sedikit berani saya rasa, tapi tak apa sedikit untuk berbagi apa yang saya lihat. Banyak yang sudah membuktikan hal ini bahwa “mereka” merupakan makhluk istimewa. Saya mau kasih puji-puji dulu;
“Wanita bagi pria dewasa adalah “penentu langkah” dan bagi kami, pria menuju dewasa wanita adalah “pemacu langkah”.
          M. Fauzan Nur (2017)

          Islam sangat memuliakan para wanita, banyak ayat di Surah An-Nisa dan tentu di Surah Maryam yang memberi arti bahwa wanita bukan hanya sekedar sumur, dapur, dan kasur. Saya ragu membubuhkan huruf kapital di kata “hanya” yang tadi. Begini, bukan berarti wanita spesial, lalu lupa bahwa mereka adalah wanita itu sendiri. Sudah dari sana, kalau laki-laki diciptakan lebih kuat dan lebih besar dari wanita. Karena itu, kaum kami wajib bekerja untuk mencari nafkah. Wanita sebagai pendamping harus setia pada kodratnya bahwa hasil maksimal tidak bisa diraih sama dengan kaum laki-laki.

          Kalau ada yang bilang kita hidup harus ada Usaha dan Do’a, alangkah indah apabila berumah tangga, suami istri rajin usaha dan do’a, suaminya lebih di kemampuan Usaha dan istrinya lebih di kekuatan Do’a.

          Sebenarnya kenapa saya angkat topik ini, bukan mau membanggakan kaum wanita atau sebaliknya tetapi... saya rasa wanita sekarang harus diingatkan. Beberapa waktu lalu, saya sedang terlibat di pengurusan berkas di suatu instansi dan sedang berkutat di birokrasi versi Indonesia yang memang terkenal lama. Ceritanya saya sedang menunggu urusan saya selesai, dan tetiba datanglah wanita yang rupanya indah (semua wanita memang indah) yang saya tahu mempunyai urusan yang sama dengan saya. Syarat pengurusan itu cukup mudah sebenarnya namun ada beberapa berkas yang penting dan hanya dimiliki oleh orang-orang bersangkutan atau tidak sembarang di kasih ke orang, misalnya Sertifikat. Ya, jadi wanita itu tidak membawa berkas asli tersebut dengan alasan saya kurang mendengar. Tapi lucunya, dia bertingkah seperti kucing mau minta makan, u know lah, yang memang menjadi umpan menarik untuk kami laki-laki yang berdiri disitu. Hasilnya, birokrat saya ini langsung “berpindah tugas” dari saya menuju wanita tersebut, dan saya tercampakkan begitu saja, syedih. Tapi langsung reflek birokrat yang lain menghampiri karena maklum dengan temannya yang sudah terjebak dengan dosa di tengah bulan suci. Singkat cerita, saya perhatikan wanita tersebut sudah lolos pengurusan dan berkas yang diminta sudah dianggap “ADA”.

          Banyak saya menemukan wanita menggunakan “kekuatan magis” kalau sudah berurusan dengan keadaan birokrasi. Kenapa? Bisa jadi memang karna birokrasi kita entah apa yang saya harus tulis lagi untuk ini, tapi usaha untuk perbaikan birokrasi sudah dilakukan di banyak tempat. Di Aceh, sudah banyak perubahan mengenai ini, tapi tetap “sumbangan seikhlasnya” yang belum hilang-hilang. Balik ke Wanita, saya mau langsug saja. Ketika kaum wanita complaint sana sini untuk urusan biorkrasi, lihat tingkah beberapa anggota mereka yang merendahkan martabat yang sudah Allah Beri hanya untuk masalah waktu. Lihat lagi, berapa banyak birokrat pria yang sudah menikah dan susah melawan kenikmatan seperti itu, dan akhirnya termakan dosa selingkuh. Kejam.

          Begini saja, siapa yang sedang menjadi birokrat atau sedang dibagai pengurusan, tidak bisakah bertingkah senetral mungkin untuk menciptakan situasi normal? Masalahnya berakar ya kalau bahas ini. Urusan hati sebenarnya, kalau saya ambil pronsip: “posisikan dirimu menjadi dirinya” dan “ingat wajah orang tua”

          Tapi kaum wanita luar biasa kalau bahas didikan, tentu nasehat dari Ibu akan sangat mengena. Makanya itu guru TK itu banyak dari kaum Ibu, karena memang jiwa keibuan dibutuhkan untuk kenyamanan adik-adik kecil kita dalam mengenal dunia. Tidak bisa dipungkiri memang, kenyamanan selalu ditawarkan apabila berinteraksi dengan kaum ibu. Hati-hati tapi.. topiknya jangan melenceng ke aib suami dan harga timun medan yang naik selama puasa.

          The power of emak-emak atau lebih canggih lagi.. THE POWER OF EMAK-EMAK MOUTH” adalah genderang besar yang bisa menjadi motor penggerak besar dalam hidup. Derajat besar seorang ibu yang bahkan Islam memandang surga ada di ibumu.. membuktikan bahwa harga yang tinggi sekali untuk derajat seorang wanita, dimanapun dia berada. Tapi jangan lupa juga, kala Rasulullah melakukan perjalanan suci, dilihatlah bahwa isi neraka kebanyakan dai kaum wanita ini. Be aware.

Saya mau puitis..
          Oh emak dan emak wannabe. Bantulah kami meluruskan niat untuk beriman kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Mata kami perlu dibalut apabila tubuh kalian tidak berbalut dengan benar, hidung kami perlu selalu di hujani ingus apabila kalian terlalu banyak menghujani parfum, dan hati kami perlu di bedah dan dikasih kucing apabila kaummu sudah memberi sinyal “mahar” tapi harganya terlalu “mahal”.
Salah satu wanita hebat asal Aceh, bisa di Google kalau mau tahu lebih lanjut.

Salam damai dan selamat berpuasa kaum emak, sekedar info, pahala orang yang menyiapkan santapan sahur seperti pahala puasa itu sendiri.. I love you my Emak, yang selalu standby-kan makanan untuk buka dan sahur anakmu.

Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


07062017; 17.38

1 komentar: